Namun jika kita mengenal Surabaya lebih dalam lagi, kita akan menemukan satu kata yang sangat khas dengan kultur arek-arek Suroboyo. Sudah menemukan jawabannya? ;) Sebutin aja! Nggak usah berpikiran dosa, toh kita nyebutinnya nggak ada niat jelek toh? ;)
Bagi yang udah tahu, selamat! Tapi yang belum tahu, jawabannya adalah...
JANCOK
Nggak ada yang tahu secara resmi kata Jancok itu dibawa oleh siapa, lahir tahun berapa, kapan mulai ada dan asal mulanya bagaimana. Yang saya tahu bahwa, Jancok itu tumbuh dan menjadi trademark orang Surabaya. Namun ada yang mengatakan bahwa kata Jancok berasal dari kata 'encuk' yang berarti bersetubuh.
Banyak orang yang mengasumsikan bahwa kata Jancok itu adalah salah satu kata yang kasar, kata umpatan yang sama sekali tidak sopan dan tidak baik untuk diucapkan maupun didengar. Tak ada yang salah dengan asumsi mereka, toh itu semua memang hak mereka sendiri. Saya pun kadang juga berpikiran sama. Kadang kata Jancok itu terucap jika kita dalam posisi marah ataupun jengkel. Namun jika saya berkumpul dengan teman saya, entah mengapa saya merasa Jancok itu menjadi pengerat hubungan pertemanan.
Kata Jancok itu nggak selamanya bikin orang yang mendengarnya risih. Ada kalanya Jancok terdengar begitu indah (?) ketika diiringi gelak tawa orangnya. Karena tak jarang pula Jancok diucapkan ketika seseorang tengah merasa geli akan suatu hal, ataupun ketika bahagia.
Surabaya dan Jancok itu adalah satu kesatuan yang saling melengkapi. Tak akan ramai jika tak ada Jancok di Surabaya, dan tak akan ada Jancok jika tidak ada Surabaya. Jika di lain kota kita terbiasa mendengar anak-anak remaja menyapa temannya dengan sapaan 'bro, man, sis, cuy' di Surabaya akan terdengar alunan kata yang sangat khas, seperti "He yok opo kabare, Cok? Sek urip ae kon, Cok. Suwi gak ndelok raimu, Cok." Terdengar sangat kasar ya? Memang. Orang Surabaya terkenal dengan bahasanya yang kasar dan intonasi yang tidak bisa dibilang wajar. Namun sebagai orang yang dikatai seperti rentetan kata kasar di atas, biasanya tidak akan marah. Banyak diantaranya yang tersenyum, bahkan ketawa, karena yang disapa adalah temannya sendiri, jadi pasti tidak akan marah. Hehehehehe
Jancok telah menyebar di kota-kota bahkan propinsi lainnya. Tak hanya sampai Jawa Timur saja, propinsi lain pun sudah mengenal kata yang cukup khas dari Surabaya ini.
Sekian
RAWKS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar