Bertambah umur harusnya bisa membuat saya lebih dewasa lagi dalam mengatasi masalah. Selain itu saya juga harus lebih kuat dan nggak gampang menyerah sebelum bertempur. Hmmm... terkadang saya bingung dengan pola pikir saya sendiri. Menurut saya, saya adalah orang yang tidak mempunyai komitmen yang cukup tinggi.
3 Desember kemarin umur saya bertambah menjadi 18 tahun. Setidaknya saya harus menjadi pribadi yang lebih baik di umur yang sekarang. Keuletan, komitmen, mimpi... apapun itu, harusnya lebih baik dari umur sebelumnya. Tapi nggak tau kenapa kok rasanya saya ini malah down yah? Semacam hilang kepercayaan diri sebelum mewujudkan keinginan saya satu per satu. Dari sisi lingkungan, ada beberapa pihak yang mendukung saya dan memacu saya, namun di sisi satunya lagi malah membuat saya melupakan impian saya satu per satu.
Terkadang kalau saya benar-benar menyerah akan mimpi saya, saya akan membukanya lagi. Mengumpulkan semangat hingga saya memiliki kekuatan untuk melumpuhkan rasa menyerah saya. Tapi itu hanya berlangsung sekejap. Sama sekali tidak lama, dan sama sekali tidak membantu saya untuk bergerak walau hanya satu langkah.
Jika seperti ini, saya berpikir apakah saya perlu motivator? Setidaknya, selalu ada orang yang mengingatkan san mendukung saya. Hmmm... kayaknya sekarang saya nggak bakalan sanggup untuk membayar Mario Teguh mengeluarkan mantranya walau hanya satu episode. Lalu apa? Sedemikian perlukah saya akan keberadaan seorang motivator?
Mungkin tidak.
Tulisan saya bisa jadi motivator saya. Tulisan saya adalah refleksi dari apa yang saya renungkan dan inginkan. Jadi Amel, jika kau ingin menyerah atau bahkan sudah merasa menyerah, ingatlah janji yang kau ucapkan di bawah ini.
"AKU, SEORANG AMALIA IRAWATI, AKAN SELALU BERUSAHA MENCAPAI SEMUA IMPIANKU SATU PER SATU. TIDAK ADA KATA MENYERAH, YANG ADA HANYALAH TERUSLAH BERUSAHA. BUATLAH BANGGA ORANG-ORANG YANG MENYAYANGIMU, DAN BUATLAH TERPACU UNTUK ORANG-ORANG YANG BELUM MENYAYANGIMU."
-RAWKS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar